FAWATIH AS-SUWAR DAN KHAWATIMUHA AS-SUWAR
MAKALAH MATA KULIAH
STUDI AL-QURAN
Dosen :
1. Prof.
Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
2. Ati’
Nursyafa’ah M.Kom.I
Disusun Oleh :
Amabel Yuniar
NIM : B95219086
Program Studi Ilmu Komunikasi
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Universitas Islam Sunan Ampel
Surabaya
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat
Allah SWT atas segala rahmatNya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul Fawatih As-Suwar dan Khawatimuha As-Suwar ini dengan tepat waktu. Shalawat serta salam semoga terlimpah
curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita
nanti-nantikan syafa’atnya di akhirat nanti.
Adapun tujuan
dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Prof. Dr. Moh. Ali Aziz,
M.Ag, pada mata kuliah Studi Al-Quran. Saya berharap semoga makalah ini dapat
menambah pengetahuan dan pengalaman untuk para pembaca.
Saya sangat menyadari bahwa banyak kekurangan dalam
penyusunan makalah ini karena berbagai keterbatasan yang saya miliki. Oleh
karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Surabaya,
2 September 2019
Amabel
Yuniar
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar ................................................................ ii
Daftar
Isi .......................................................................... iii
BAB
I Fawatih As-Suwar..................................................1
A. Pengertian
.......................................................1
B. Macam-Macam
..............................................1
BAB
II Khawatimuha As-Suwar ...................................14
A. Pengertian......................................................14
B. Macam-Macam.............................................14
BAB
III Kesimpulan .......................................................24
Daftar
Pustaka ................................................................25
Istilah fawatih
as-suwar terdiri dari dua kata, yaitu fawatih
dan as-suwar. Fawatih merupakan jamak taksir dari fatihah yang berarti pembuka. Sedangkan as-suwar adalah jamak taksir dari surah, yang berarti surah, dan as-suwar bermakna surah-surah. Dengan
demikian, istilah fawatih as-suwar secara
harfiah berarti “pembuka surah-surah”. Sedangkan,
dari segi Bahasa, fawatih as-suwar berarti
pembukaan-pembukaan surat, karena posisinya yang mengawali perjalanan teks-teks
pada suatu surat Al-Quran.
Di dalam Al-Quran terdapat huruf-huruf awalan dalam
pembuka surat dalam bentuk yang berbeda-beda. Hal ini merupakan salah satu ciri
kebesaran Allah dan kemahatauan-Nya, sehingga kita terpanggil untuk menggali
ayat-ayat tersebut.
Setidaknya ada 10 bentuk pembukaan surat, yaitu:
1.
Pembukaan dengan pujian (ats-tsana) kepada Allah SWT. Terdapat 14
surat yang diawali dengan pujian, yaitu:
a. Al-Fatihah
[01]
b. Al-An’am
[06]
c. Al-Isra’
[17]
d. Al-Kahf
[18]
e. Al-Furqan
[25]
f. Saba’
[34]
g. Fatir
[35]
h. Al-Hadid
[57]
i. Al-Hasyr
[59]
j. As-Saff
[61]
k. Al-Jumu’ah
[62]
l. At-Taghabun
[64]
m. Al-Mulk
[67]
n. Al-A’la
[87]
Ada dua macam pujian kepada Allah SWT, yaitu (1)
pujian dengan menyucikan Allah SWT dari sifat-sifat yang rendah serta (2)
pujian dengan menghiasi Allah SWT dengan sifat-sifat yang mulia.
1) Q.S.
Al-Fatihah [01] dibuka dengan lafal :
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan Maha
Pengatur semua alam.”
2) Q.S.
Al-Mulk [67] dengan lafal :
تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ
Artinya: “Maha Suci Allah yang ditangan-Nyalah segala
kerajaan.”
2.
Pembukaan dengan panggilan (an-nida’), yang berjumlah 10 surat,
lima diantaranya panggilan kepada Nabi Muhammad dan lima lainnya panggilan
kepada umat-Nya.
a.
Panggilan kepada Nabi Muhammad,
yaitu:
a) Al-Ahzab
[33]
b) At-Talaq
[65]
c) At-Tahrim
[66]
d) Al-Muzzammil
[73]
e) Al-Mudassir
[74]
Q.S.
Al-Muzzammil [73] dengan lafal :
يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ
Artinya: “Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!”
b. Panggilan
kepada umat-Nya, yaitu:
a) An-Nisa’
[04]
b) Al-Ma’idah
[05]
c) Al-Hajj
[22]
d) Al-Hujarat
[49]
e) Al-Mumtahanah
[60]
Q.S. Al-Hajj [22] dengan lafal :
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُاتَّقُوْارَبَّكُمْۚ
Artinya: “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu;”
3.
Pembukaan dengan doa atau harapan
dan celaan kepada orang-orang yang berdosa, yang berjumlah 3 surat.
a. Doa
atau harapan yang berbentuk kata benda, terdiri dari dua surat, yaitu:
a) Q.S.
Al-Muthaffifiin [83] dengan lafal :
وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ
Artinya: “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang
curang.”
b) Q.S.
Al-Humazah [104] dengan lafal :
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ
Artinya: “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi
pencela.”
b. Doa
atau harapan yang berbentuk kata kerja, terdiri dari satu surat saja, yaitu:
Q.S. Al-Lahab
[111] dengan lafal :
تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ
Artinya: “Binasalah tangan Abu Lahab dan sesungguhnya
dia akan binasa.”
4.
Pembukaan dengan sumpah (qasam), dibagi menjadi tiga macam, dan
terdapat dalam 15 surat, sebagai berikut:
a. Sumpah
dengan benda-benda angkasa, terdapat 8 surat, yaitu:
a) As-Saffat
[37]
b) An-Najm
[53]
c) Al-Mursalat
[77]
d) An-Nazi’at
[79]
e) Al-Buruj
[85]
f) At-Tariq
[86]
g) Al-Fajr
[89]
h) Asy-Syams
[91]
Q.S. An-Najm
[53] dengan lafal :
وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ
Artinya: “Demi bintang ketika terbenam,”
b. Sumpah
dengan benda-benda bawah, terdapat 4 surat, yaitu:
a) Az-Zariyat
[51]
b) At-Tur
[52]
c) At-Tin
[95]
d) Al-‘Adiyat
[100]
Q.S. At-Tin
[95] dengan lafal :
وَالتِّينِوَالزَّيْتُونِ
Artinya: “Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,”
c. Sumpah
dengan waktu, terdapat 3 surat, yaitu:
a) Al-Lail
[92]
b) Ad-Dhuha
[93]
c) Al-‘Asr
[103]
Q.S. Al-Lail
[92] dengan lafal :
وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ
Artinya: “Demi malam apabila menutupi (cahaya
siang),”
5.
Pembukaan dengan kalimat syarat (syartiyah). Terdapat 7 surat yang
dimulai dengan kalimat syarat dan dibagi menjadi dua macam, yaitu:
a. Syarat
yang masuk kepada jumlah ismiyah, dipakai di awal 3 surat, yaitu:
a) At-Takwir
[81]
b) Al-Infitar
[82]
c) Al-Insyiqaq
[84]
Q.S. At-Takwir
[81] dengan lafal :
إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ
Artinya: “Apabila matahari digulung.”
b. Syarat
yang masuk kepada jumlah fi’liyah, dipakai di awal 4 surat, yaitu:
a) Al-Waqi’ah
[56]
b) Al-Munafiqun
[63]
c) Al-Zalzalah
[99]
d) An-Nashr
[110]
Q.S
Al-Munafiqun [63] dengan lafal :
إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ
Artinya:
“Apabila orang-orang munafik datang
kepadamu.”
6.
Pembukaan dengan kata kerja
perintah (fi’il amar). Penegasan
perintah ini dimaksudkan agar diperhatikan dan tidak dilalaikan oleh
hamba-hamba Allah SWT. Terdiri dari dua lafal untuk membuka Al-Quran dan
terdapat dalam 6 surat, yaitu:
a. Dengan
fi’il amar iqra ( أْاقْرَ ) yang hanya untuk membuka 1 surat saja, yaitu:
Q.S. Al-‘Alaq [96] dengan lafal :
اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ
خَلَقَۚ
Artinya: “Bacalah dengan
(menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”
b. Dengan fi’il amar qul ( قُلْ )
yang digunakan dalam 5 surat sebagai berikut:
a) Al-Jinn
[72]
b) Al-Kafirun
[109]
c) Al-Ikhlas
[112]
d) Al-Falaq
[113]
e) An-Nas
[114]
Q.S. Al-Ikhlas
[112] dengan lafal :
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Artinya: “Katakanlah: “Dia-lah Allah Yang Maha Esa”.”
7.
Pembukaan dengan pertanyaan (istifham) yang terdiri dari 6 surat Al-Quran
dan dibagi menjadi dua macam. Hikmahnya adalah untuk memberi peringatan,
perhatian, dan petunjuk kepada umat manusia.
a. Pertanyaan
positif, yaitu bentuk pertanyaan dengan kalimat positif yang tidak ada alat
negatifnya. Terdapat 4 surat yang diawali dengan pertanyaan positif, yaitu:
a) Al-Insan
[76]
b) An-Naba’
[78]
c) Al-Ghasyiyah
[88]
d) Al-Ma’un
[107]
Q.S.
Al-Ghasyiyah [88] dengan lafal :
هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ
Artinya: “Sudah datangkah kepadamu berita (tentang)
hari pembalasan?”
b. Pertanyaan
negatif, yaitu bentuk pertanyaan dalam kalimat yang negatif, yang tidak
positif, yang dipakai dalam pembukaan 2 surat sebagai berikut:
a) Al-Insyirah
[94]
b) Al-Fiil
[105]
Q.S.
Al-Insyirah [94] dengan lafal :
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
Artinya: “Bukankah Kami telah melapangkan untukmu
dadamu?”
8.
Pembukaan dengan alasan (ta’lil), yaitu Surat Al-Quraisy [106].
Q.S. Al-Quraisy [106] dengan lafal :
لِإِيلَافِقُرَيْشٍ
Artinya: “Karena kebiasaan orang-orang Quraisy”
9.
Pembukaan dengan kalimat berita (khabariyah). Terdapat 23 surat yang
dimulai dengan kalimat berita dan dibagi menjadi dua macam. Pembuka ini
merupakan bentuk pernyataan yang digunakan untuk mengingatkan Nabi Muhammad dan
umatnya agar memperhatikan firman Allah yang disebutkan setelah pembukaan surat
tersebut.
a. Jumlah
ismiyah, terdiri dari 11 surat, yaitu:
a)
At-Taubah [09]
b)
An-Nur [24]
c)
Az-Zumar [39]
d)
Muhammad [47]
e)
Al-Fath [48]
f)
Ar-Rahman [55]
g)
Al-Haqqah [69]
h)
Nuh [71]
i)
Al-Qadr [97]
j)
Al-Qari’ah [101]
k)
Al-Kautsar [108]
Q.S. Al-Haqqah
[69] dengan lafal :
الْحَاقَّةُ
Artinya: “Hari Kiamat,”
b. Jumlah
fi’liyah, terdiri dari 12 surat, sebagai berikut:
a)
Al-Anfal [08]
b)
An-Nahl [16]
c)
Al-Anbiya [21]
d)
Al-Mu’minun [23]
e)
Al-Qamar [54]
f)
Al-Mujadilah [58]
g)
Al-Ma’arij [70]
h)
Al-Qiyamah [75]
i)
‘Abasa[80]
j)
Al-Balad [90]
k)
Al-Bayyinah [98]
l)
At-Takatsur [102]
Q.S. Al-Balad
[90] dengan lafal :
لَا أُقْ سِمُ بِهَٰذَاالْبَلَدِ
Artinya: “Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekah)”
10. Pembukaan
dengan huruf-huruf hijaiyah atau huruf muqaththa’ah
(huruf potong). Terdapat 29 surat yang dimuali dengan huruf hijaiyah tersebut.
Sebagian mufassir meneteapkan, setiap huruf dari huruf-huruf itu mengisyaratkan
kepada suatu sifat dari sifat-sifat Allah.
Ada yang berpendapat bahwa huruf-huruf itu adalah nama bagi Al-Quran, seperti
Al-Furqan dan Al-Dzikir. Pendapat lain mengatakan bahwa ia addalah nama bagi
surat.
Adapun 29
surat itu terdiri dari lima bentuk, yaitu sebagai berikut.
a. Surat
yang dimulai dengan satu huruf hijaiyah, terdiri dari 3 surat, yaitu:
a) Shaad
[38] : ص
b) Qaf
[50] : ق
c) Al-Qalam
[68] : ن
b. Surat
yang dimulai dengan dua huruf hijaiyah, terdapat 4 rangkaian dan terdapat 9
surat, sebagai berikut:
a) Rangakaian
huruf “Ha” dan “Mim” ( حٰمٓ ), dalam 6 surat, sebagai berikut:
1)
Ghafir
[40]
2)
Fussilat
[41]
3)
Az-Zukhruf
[43]
4)
Ad-Dhukan
[44]
5)
Al-Jatsiyah [45]
6)
Al-Ahqaf [46]
b) Rangkaian
huruf “Tha” dan “Ha” ( طٰهٰ ), dalam 1 surat saja, yaitu Surat Thaha
[20]
c) Rangkaian
huruf “Tha” dan “Sin” ( طسٓ ),
dalam 1 surat saja, yaitu Surat An-Naml [27]
d) Rangkaian
huruf “Ya” dan “Sin” ( يس ), dalam 1
surat saja, yaitu Surat Ya-Sin [36]
c. Surat
yang dimulai dengan tiga huruf hijaiyah, terdapat 3 rangkaian dan 13 surat,
sebagai berikut:
a) Rangkaian
huruf “Alif, Lam, Mim” ( الۤمّۤ ), dalam 6
surat, sebagai berikut:
1) Al-Baqarah
[02]
2) Ali-‘Imran
[03]
3) Al-Ankabut
[29]
4) Ar-Rum
[30]
5) Luqman
[31]
6) As-Sajdah
[32]
b) Rangkaian
huruf “Alif, Lam, Ra” ( الٓر
), dalam 5 surat, sebagai berikut :
1)
Yunus [10]
2)
Hud [11]
3)
Yusuf [12]
4)
Ibrahim [14]
5)
Al-Hijr [15]
c)
Rangkaian huruf “Tha, Sin, Mim” ( طٰسۤمّۤ ), dalam 2
surat, sebagai berikut :
1)
Asy-Syu’ara
[26]
2)
Al-Qashash
[28]
d. Surat
yang dimulai dengan empat huruf hijaiyah, terdapat 2 rangkaian dan 2 surat,
sebagai berikut :
a) Rangkaian
huruf “Alif, Lam, Mim, dan Ra” ( الٓـمّٓرٰ ), yaitu surat
Ar-Ra’d [13]
b) Rangkaian huruf
“Alif, Lam, Mim, Shad” ( الۤمّۤصۤ
),
yaitu surat Al-A’raf [07]
e. Surat
yang dimulai dengan lima huruf hijaiyah, terdapat 2 rangkaian dan 2 surat,
sebagai berikut :
a) Rangkaian
yang terdiri dari huruf “Kaf, Ha, Ya, ‘Ain, dan Shad” ( كٓهٰيٰـعٓـصٓ ), yaitu surat
Maryam [19]
b) Rangkaian yang
terdiri dari huruf “Ain, Sin, Qaf, Ha, Mim” ( عٓسٓقٓحٰمٓ ), yaitu surat Asy-Syura [42]
Terhadap 29 huruf Fawatih As-Suwar ini, para ulama
ahli tafsir berbeda pendapat tentang maknanya.
Pertama, mereka menyerahkan tafsirnya hanya kepada
Allah SWT, semata. Dalam hal ini Khulafa’ Rasyidin dan Ibnu Mas’ud berkata yang
astinya : “Sesungguhnya huruf-huruf ini
adalah ilmu yang tersembunyi dan rahasia yang terdinding, yang hanya Allah saja
mengetahuinya.”
Kedua, ada yang berpendapat untuk menunjukkan bahwa
Al-Quran tersusun dari huruf hijaiyah yang dikenal bagi bangsa Arab. Kemudian
ternyatalah kelemahan mereka untuk menandinginya. Di samping itu juga untuk
menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan Al-Quran. Pendapat ini
dari az-Zamakhsyary, al-Baidhawy yang dikuatkan oleh Ibnu Taimiyah.
Ketiga, As-Suhaili berpendapat, Fawatih As-Suwar
untuk memberi isyarat kepada umur umat Islam, dengan cara membuang huruf yang
berulang-ulang.
Istilah “khawatim” adalah bentuk jamak dari “khatimah”, yang berarti penutup atau penghabisan. Menurut bahasa, “khawatim as-suwar” adalah ungkapan yang
menjadi penutup dari surat-surat Al-Quran yang memberi isyarat berakhirnya
pembicaraan sehingga merangsang untuk mengetahui hal-hal yang dibicarakan
sesudahnya.
Khawatimuha As-Suwar dari 114 surat
Al-Quran itu ada 18 macam sebagai berikut :
1.
Penutupan dengan
doa, terdapat 4 surat yang ditutup dengan doa, yaitu:
a. Al-Baqarah[02] : 286
b. Al-Mu’minun [23] : 118
c. Nuh [71] : 28
d. Al-Falaq [113] : 2-5
Q.S
Al-Mu’minun [23] : 118 dengan lafal :
وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
Artinya:
“Dan katakanlah, Ya Tuhanku berilah ampun
dan berilah rahmat, dan Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik.”
2.
Penutupan dengan
wasiat, terdapat 7 surat, yaitu:
a. Ar-Rum [30] : 60
b. Ad-Dukhan [44] : 59
c. Ash-Shaff [61] : 14
d. Al-A’la [87] : 17-19
e. Al-Fajr [89] : 28
f. Adh-Dhuha [93] : 11
g. Al-Ashr [103] : 3
Q.S.
Ad-Dukhan [44] : 59 dengan lafal :
فَارْتَقِبْ إِنَّهُمْ مُرْتَقِبُونَ
Artinya:
“Maka tunggulah, sesungguhnya mereka itu
menunggu (pula).”
3.
Penutupan dengan
perintah / masalah takwa, dipakai untuk penutup 3 surat, yaitu:
a. Ali-‘Imran [03] : 200
b. An-Nahl [16] : 128
c. Al-Qamar [54] : 54
Q.S.
Ali-‘imran [03] : 200 dengan lafal :
وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْتُفْلِحُونَ
Artinya:
“Dan bertakwalah kepada Allah, supaya
kalian beruntung.”
4.
Penutupan dengan
keterangan soal faraidh (harta pusaka), hanya satu surat, yaitu An-Nisa’ [04] :
176
Q.S.
An-Nisa’ [04] : 176 dengan lafal :
وَإِنْنُواكَاإِخْوَةًرِجَالًا وَنِسَاءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّالْأُنْثَيَيْنِ
يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ أَنْتَضِلُّوا
وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Artinya:
“Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri
dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara
laki-laki sebanyak dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hokum ini)
kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
5.
Penutupan dengan
ta’dhim (pengagungan) kepada Allah SWT, terdapat 18 surat sebagai berikut:
a. Al-Ma’idah [05] :120
b. Al-Anfal [08] : 75
c. Al-Anbiya [21] : 112
d. An-Nur [24] : 64
e. Al-Luqman [31] : 34
f. Fathir [35] : 45
g. Fushshilat [41] : 54
h. Al-Hujarat [49] : 18
i. Al-Hadid [57] : 29
j. Al-Hasyr [59] : 24
k. Al-Jumu’ah [62] : 11
l. Al-Munafiqun [63] : 11
m. At-Taghabun [64] : 18
n. Ath-Thalaq [65] : 12
o. Al-Jinn [72] : 28
p. Al-Muddatstsir [74] : 56
q. Al-Qiyamah [75] : 40
r. At-Tin [95] : 8
Q.S.
Al-Jumu’ah [62] : 11 dengan lafal :
وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Artinya:
“Dan Allah sebaik-baik Pemberi.”
6.
Penutupan dengan
janji dan ancaman, dipakai untuk menutup 24 surat, yaitu:
a. Al-An’am [06] : 165
b. Al-Furqon [25] : 77
c. Al-‘Ankabut [29] : 69
d. Al-Azhab [33] : 73
e. Ghofir [40] : 85
f. Al-Ahqaf [46] : 35
g. Muhammad [47] : 38
h. Al-Fath [48] : 29
i.
Al-Dzariyat [51]
: 60
j.
Al-Mujadilah [58]
: 22
k. Al-Muzzammil [73] : 20
l.
Al-Insan [76] :
31
m. Al-Muthaffifiin [83] : 36
n. Al-Insyiqaq [84] : 25
o. At-Thariq [86] : 17
p. Al-Qhasyiyah [88] : 25-26
q. Al-Balad [90] : 20
r.
Al-Syams [91] :
14-15
s. Al-Bayyinah [98] : 8
t.
Al-Zalzalah [99]
: 8
u. Al-‘Adiyat [100] : 10-11
v. Al-Humazah [104] : 8-9
w. Al-Ma’un [107] : 4-8
x. Al-Lahab [111] : 3-5
Q.S.
Al-Ahqaf [46] : 35 dengan lafal :
فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ
Artinya:
“Maka tidak dibinasakan melainkan kaum
yang fasik.”
7.
Penutupan dengan
anjuran ibadah dan tasbih, menjadi akhiran 6 surat-surat alquran sebagai
berikut:
a. Al-A’raf [07] : 206
b. Hud [11] : 123
c. Al-Hijr [15] : 99
d. At-Thur [52] : 49
e. Al-Najm [53] : 62
f. Al-’Alaq [96] : 19
Q.S.
Al-Hijr [15] : 99 dengan lafal :
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
Artinya:
“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang
kepadamu yang diyakini (ajal).”
8.
Penutupan dengan
hiburan bagi Nabi SAW, terdapat 4 surat, yaitu:
a. Yunus [10] : 109
b. Al-Zukhruf [43] : 89
c. Al-Kautsar [108] : 3
d. Al-Kafirun [109] : 6
Q.S.
Al-Kautsar [108] : 3 dengan lafal :
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
Artinya:
“Sesungguhunya orang-orang yang membenci
kamu dialah yang terputus.”
9.
Penutupan dengan
sifat-sifat Al-Quran, dipakai sebagai penutup 4 surat, yaitu:
a. Yusuf [12] : 111
b. Shad [38] : 87-88
c. Al-Qalam [68] : 52
d. Al-Buruj [85] : 21-22
Q.S.
Shad [38] :87-88 dengan lafal :
(87) إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ
(88) وَلَتَعْلَمُنَّ بَعْدَ نَبَأَهُحِينٍ
Artinya:
87. “Al-Quran itu tidak lain hanyalah
peringatan bagi semesta alam.” 88. “Dan sesungguhnya
kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Quran setelah beberapa waktu lagi.”
10. Penutupan dengan bantahan, hanya terdapat pada satu surat,
yaitu Ar-Ra’d [13] : 43
Q.S.
A-Ra’d [13] : 43 dengan lafal :
وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَسْتَ مُرْسَلًاۚ كَفَىٰقُلْ بِاللَّهِ
شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَمَنْعِنْدَهُ عِلْمُ الْكِتَابِ
Artinya:
“Berkatalah orang-orang kafir: “Kamu
bukan seorang yang dijadikan Rasul”. Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi
antara aku (dan kamu, dan atara orang) yang mempunyai ilmu al kitab”.”
11. Penutupan dengan ketauhidan, terdapat di akhir 7 surat
sebagai berikut:
a. Al-Taubah [09] : 129
b. Ibrahim [14] : 52
c. Al-Kahfi [18] : 110
d. Al-Qashash [28] : 88
e. Al-Lail [92] : 19-21
f. Al-Insyirah [94] : 7-8
g. Al-Ikhlas [112] : 3-4
Q.S.
Ibrahim [14] : 52 dengan lafal :
هَٰذَا بَلَاغٌ لِلنَّاسِ وَلِيُنْذَرُوا بِهِ وَلِيَعْلَمُوا
أَنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ وَلِيَذَّكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
Artinya:
“(Al-Quran) ini adalah penjelasan yang
cukup bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan dia, dan supaya
mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang
yang berakal mengambil pelajaran.”
12. Penutupan dnegan tahmid/pujian, terdapat 10 surat, yaitu:
a. Al-Isra’[17] : 111
b. Al-Naml [27] : 93
c. Yasin [36] : 82
d. Al-Shaffat [37] : 182
e. Al-Zumar [39] : 75
f. AL-Jatsiyah [45] : 36-37
g. Al-Rahman [55] : 78
h. Al-Waqi’ah [56] : 96
i.
Al-Haqqah [69] :
52
j.
Al-Nashr [110] :
3
Q.S.
Yasin [36] : 82 dengan lafal :
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Artinya:
“Sesungguhnya keadaan-Nya, apabila Dia
menghendaki sesuatu hanyalah berkata keapdanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.”
13. Penutupan dengan kisah, ada 4 surat yang ditutup dengan
kisah, yaitu:
a. Maryam [19] : 98
b. Al-Tahrim [66] : 12
c. ‘Abasa [80] : 42
d. Al-Fill [105] : 5
Q.S.
‘Abasa [80] : 42 dengan lafal :
أُولَٰئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ
Artinya:
“Mereka itulah orang-orang kafir lagi
durhaka.”
14. Penutupan dengan anjuran jihad, hanya satu surat, yaitu
Al-Hajj [22] : 78
Q.S.
Al-Hajj [22] : 78 dengan lafal :
وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۚ
هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍۚ
Artinya:
“Dan berjihadlah kalian pada jalan Allah
dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kalian dan Dia
sekali-kali tidak menjadikan untuk kalian dalam agama suatu kesempitan.”
15. Penutupan dengan perincian maksud, terdapat 7 surat, yaitu:
a. Al-Fatihah [01] : 6-7
b. Al-Syura [42] : 53
c. At-Takwir [81] : 27-29
d. Al-Qadr [97] : 3-5
e. Al-Qari’ah [101] : 9-11
f. Al-Quraisy [106] : 3-4
g. An-Nas [114] : 4-6
Q.S.
Al-Quraisy [106] : 3-4 dengan lafal :
(3) فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ
(4) الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ
Artinya:
“Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan
pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk
menghilangkan lapar dan mengamnkan mereka dari ketakutan.”
16. Penutupan dengan pertanyaan, dipakai dalam 2 surat sebagai
berikut:
a. Al-Mulk [67] : 30
b. Al-Mursalat [77] : 50
Q.S.
Al-Mursalat [77] : 50 dengan lafal :
فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ
Artinya:
“Maka kepada perkataan apakah sesudah
Al-Quran ini mereka akan beriman?”
17. Penutupan dengan keterangan hari kiamat, terdapat 4 surat,
yaitu:
a. Al-Ma’arij [70] : 44
b. An-Naba’ [78] : 39
c. Al-Nazi’at [79] : 46
d. Al-Infithar [82] : 19
Q.S.
An-Nazi’at [79] : 46 dengan lafal :
كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا
Artinya:
“Pada hari mereka melihat hari berbagkit
itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar
saja) di waktu sore atau di pagi hari.”
18. Penutupan dengan peringatan, ada 7 surat yang ditutup dengan
peringatan, yaitu:
a. Thaha [20] : 135
b. Al-Syu’ara [26] : 227
c. Al-Sajdah [32] : 30
d. Saba’ [34] : 54
e. Qaf [50] : 45
f. Al-Mumtahanah [60] : 13
g. Al-Takatsur [102] : 6-8
Q.S.
Qaf [50] : 45 dengan lafal :
فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَنْ يَخَافُ وَعِيدِ
Artinya:
“Maka beri peringatanlah dengan Al-Quran
orang yang takut kepada ancaman-Ku.”
Dari
segi makna fawatih al-suwar berarti pembuka-pembuka surah karena posisinya yang
mengawali perjalanaan teks-teks setiap surat. Fawatih As-Suwar Al-Quran
memiliki banyak keistimewaan dari segi makna dan kebahasaan. Fawatih As-Suwar
merupakan salah satu realitas keistimewaan misterius yang terdapat di dalam
Al-Quran. Di tiap-tiap kata ada rahasianya, rahasia dalam Al-Quan adalah
permulaan-permulaan surat. Pendapat atau penafsiran para mufasir tentang
Fawaithus Suwar juga berbeda-beda seperti yg telah dijelaskan pada Pembahasan
sebelumnya
Bentuk
pembuka dan penutup surat merupakan jenis retorika Al-Quran. Keduanya rerikat
satu sama lain. Professor Quraish Shihab adalah salah satu pakar tafsir
Al-Quran yang selalu menjelaskan hubungan antara bentuk pembuka dan penutup
surat. Di antara penjelasannya, hubungan bentuk pembuka dan penutup Surat
Al-Nashr dikemukakan sebagai berikut. “Demikian awal ayat surat ini menjanjikan
pertolongan dan kemenangan dari Allah SWT untuk Nabi SAW dalam kehidupan dunia
ini, dan akhirnya masih menjanjikan curahan rahmat-Nya saat beliau kembali
untuk memenuhinya”