Rabu, 02 Oktober 2019

FAWATIH dan KHAWATIMUHA AS-SUWAR


 FAWATIH AS-SUWAR DAN KHAWATIMUHA AS-SUWAR
MAKALAH MATA KULIAH
STUDI AL-QURAN



Dosen :
1.      Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
2.      Ati’ Nursyafa’ah M.Kom.I


Disusun Oleh :
Amabel Yuniar
NIM : B95219086

Program Studi Ilmu Komunikasi
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Universitas Islam Sunan Ampel Surabaya
2019



KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmatNya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Fawatih As-Suwar dan Khawatimuha As-Suwar ini dengan tepat waktu. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-nantikan syafa’atnya di akhirat nanti.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag, pada mata kuliah Studi Al-Quran. Saya berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman untuk para pembaca.

Saya sangat menyadari bahwa banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena berbagai keterbatasan yang saya miliki. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.


Surabaya, 2 September 2019


Amabel Yuniar








DAFTAR ISI


Kata Pengantar ................................................................ ii
Daftar Isi .......................................................................... iii
BAB I Fawatih As-Suwar..................................................1
                   A.    Pengertian .......................................................1
                   B.     Macam-Macam ..............................................1
BAB II Khawatimuha As-Suwar ...................................14
                   A.    Pengertian......................................................14
                   B.     Macam-Macam.............................................14
BAB III Kesimpulan .......................................................24
Daftar Pustaka ................................................................25








BAB I

FAWATIH AS-SUWAR


Istilah fawatih as-suwar terdiri dari dua kata, yaitu fawatih dan as-suwar. Fawatih merupakan jamak taksir dari fatihah yang berarti pembuka. Sedangkan as-suwar adalah jamak taksir dari surah, yang berarti surah, dan as-suwar bermakna surah-surah. Dengan demikian, istilah fawatih as-suwar secara harfiah berarti “pembuka surah-surah”.[1] Sedangkan, dari segi Bahasa, fawatih as-suwar berarti pembukaan-pembukaan surat, karena posisinya yang mengawali perjalanan teks-teks pada suatu surat Al-Quran.[2]
Di dalam Al-Quran terdapat huruf-huruf awalan dalam pembuka surat dalam bentuk yang berbeda-beda. Hal ini merupakan salah satu ciri kebesaran Allah dan kemahatauan-Nya, sehingga kita terpanggil untuk menggali ayat-ayat tersebut.[3]



Setidaknya ada 10 bentuk pembukaan surat, yaitu:
1.        Pembukaan dengan pujian (ats-tsana) kepada Allah SWT. Terdapat 14 surat yang diawali dengan pujian, yaitu:

a.    Al-Fatihah [01]
b.    Al-An’am [06]
c.    Al-Isra’ [17]
d.   Al-Kahf [18]
e.    Al-Furqan [25]
f.     Saba’ [34]
g.    Fatir [35]
h.    Al-Hadid [57]
i.      Al-Hasyr [59]
j.      As-Saff [61]
k.    Al-Jumu’ah [62]
l.      At-Taghabun [64]
m.  Al-Mulk [67]
n.    Al-A’la [87]


Ada dua macam pujian kepada Allah SWT, yaitu (1) pujian dengan menyucikan Allah SWT dari sifat-sifat yang rendah serta (2) pujian dengan menghiasi Allah SWT dengan sifat-sifat yang mulia.
1)      Q.S. Al-Fatihah [01] dibuka dengan lafal :
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   
Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan Maha Pengatur semua alam.”
2)      Q.S. Al-Mulk [67] dengan lafal :
 تَبَارَكَ  الَّذِي  بِيَدِهِ الْمُلْكُ
Artinya: “Maha Suci Allah yang ditangan-Nyalah segala kerajaan.”



2.        Pembukaan dengan panggilan (an-nida’), yang berjumlah 10 surat, lima diantaranya panggilan kepada Nabi Muhammad dan lima lainnya panggilan kepada umat-Nya.
a.         Panggilan kepada Nabi Muhammad, yaitu:
a)      Al-Ahzab [33]
b)      At-Talaq [65]
c)      At-Tahrim [66]
d)     Al-Muzzammil [73]
e)      Al-Mudassir [74]

Q.S. Al-Muzzammil [73] dengan lafal :
 يَا  أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ
Artinya: “Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!”
b.      Panggilan kepada umat-Nya, yaitu:
a)      An-Nisa’ [04]
b)      Al-Ma’idah [05]
c)      Al-Hajj [22]
d)     Al-Hujarat [49]
e)      Al-Mumtahanah [60]

Q.S. Al-Hajj [22] dengan lafal :
 يٰٓاَيُّهَا  النَّاسُاتَّقُوْارَبَّكُمْۚ
Artinya: “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu;”

3.        Pembukaan dengan doa atau harapan dan celaan kepada orang-orang yang berdosa, yang berjumlah 3 surat.
a.       Doa atau harapan yang berbentuk kata benda, terdiri dari dua surat, yaitu:
a)      Q.S. Al-Muthaffifiin [83] dengan lafal :
 وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ
Artinya: “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang.”
b)      Q.S. Al-Humazah [104] dengan lafal :
 وَيْلٌ  لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ 
Artinya: “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela.”

b.      Doa atau harapan yang berbentuk kata kerja, terdiri dari satu surat saja, yaitu:
Q.S. Al-Lahab [111] dengan lafal :
 تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ
Artinya: “Binasalah tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.”

4.        Pembukaan dengan sumpah (qasam), dibagi menjadi tiga macam, dan terdapat dalam 15 surat, sebagai berikut:
a.       Sumpah dengan benda-benda angkasa, terdapat 8 surat, yaitu:

a)    As-Saffat [37]
b)   An-Najm [53]
c)    Al-Mursalat [77]
d)   An-Nazi’at [79]
e)    Al-Buruj [85]
f)    At-Tariq [86]
g)   Al-Fajr [89]
h)   Asy-Syams [91]


Q.S. An-Najm [53] dengan lafal :
وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ 
Artinya: “Demi bintang ketika terbenam,”


b.      Sumpah dengan benda-benda bawah, terdapat 4 surat, yaitu:
a)      Az-Zariyat [51]
b)      At-Tur [52]
c)      At-Tin [95]
d)     Al-‘Adiyat [100]

Q.S. At-Tin [95] dengan lafal :
وَالتِّينِوَالزَّيْتُونِ 
Artinya: “Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,”

c.       Sumpah dengan waktu, terdapat 3 surat, yaitu:
a)      Al-Lail [92]
b)      Ad-Dhuha [93]
c)      Al-‘Asr [103]

Q.S. Al-Lail [92] dengan lafal :
وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ  
Artinya: “Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),”

5.        Pembukaan dengan kalimat syarat (syartiyah). Terdapat 7 surat yang dimulai dengan kalimat syarat dan dibagi menjadi dua macam, yaitu:
a.       Syarat yang masuk kepada jumlah ismiyah, dipakai di awal 3 surat, yaitu:
a)      At-Takwir [81]
b)      Al-Infitar [82]
c)      Al-Insyiqaq [84]



Q.S. At-Takwir [81] dengan lafal :
 إِذَا  الشَّمْسُ كُوِّرَتْ
Artinya: “Apabila matahari digulung.”

b.      Syarat yang masuk kepada jumlah fi’liyah, dipakai di awal 4 surat, yaitu:
a)      Al-Waqi’ah [56]
b)      Al-Munafiqun [63]
c)      Al-Zalzalah [99]
d)     An-Nashr [110]

Q.S Al-Munafiqun [63] dengan lafal :
 إِذَا  جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ
Artinya: “Apabila orang-orang munafik datang kepadamu.”

6.        Pembukaan dengan kata kerja perintah (fi’il amar). Penegasan perintah ini dimaksudkan agar diperhatikan dan tidak dilalaikan oleh hamba-hamba Allah SWT. Terdiri dari dua lafal untuk membuka Al-Quran dan terdapat dalam 6 surat, yaitu:
a.       Dengan fi’il amar iqra ( أْاقْرَ ) yang hanya untuk membuka 1 surat saja, yaitu:

Q.S. Al-‘Alaq [96] dengan lafal :
اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَ‌ۚ
Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”


b.      Dengan fi’il amar qul ( قُلْ ) yang digunakan dalam 5 surat sebagai berikut:
a)      Al-Jinn [72]
b)      Al-Kafirun [109]
c)      Al-Ikhlas [112]
d)     Al-Falaq [113]
e)      An-Nas [114]

Q.S. Al-Ikhlas [112] dengan lafal :
 قُلْ  هُوَ  اللَّهُ أَحَدٌ
Artinya: “Katakanlah: “Dia-lah Allah Yang Maha Esa”.”

7.        Pembukaan dengan pertanyaan (istifham) yang terdiri dari 6 surat Al-Quran dan dibagi menjadi dua macam. Hikmahnya adalah untuk memberi peringatan, perhatian, dan petunjuk kepada umat manusia.
a.       Pertanyaan positif, yaitu bentuk pertanyaan dengan kalimat positif yang tidak ada alat negatifnya. Terdapat 4 surat yang diawali dengan pertanyaan positif, yaitu:
a)      Al-Insan [76]
b)      An-Naba’ [78]
c)      Al-Ghasyiyah [88]
d)     Al-Ma’un [107]

Q.S. Al-Ghasyiyah [88] dengan lafal :
 هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ  
Artinya: “Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?”
b.      Pertanyaan negatif, yaitu bentuk pertanyaan dalam kalimat yang negatif, yang tidak positif, yang dipakai dalam pembukaan 2 surat sebagai berikut:

a)      Al-Insyirah [94]
b)      Al-Fiil [105]

Q.S. Al-Insyirah [94] dengan lafal :
 أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ 
Artinya: “Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?”

8.        Pembukaan dengan alasan (ta’lil), yaitu Surat Al-Quraisy [106].

Q.S. Al-Quraisy [106] dengan lafal :
 لِإِيلَافِقُرَيْشٍ
Artinya: “Karena kebiasaan orang-orang Quraisy”

9.        Pembukaan dengan kalimat berita (khabariyah). Terdapat 23 surat yang dimulai dengan kalimat berita dan dibagi menjadi dua macam. Pembuka ini merupakan bentuk pernyataan yang digunakan untuk mengingatkan Nabi Muhammad dan umatnya agar memperhatikan firman Allah yang disebutkan setelah pembukaan surat tersebut.
a.       Jumlah ismiyah, terdiri dari 11 surat, yaitu:

a)         At-Taubah [09]
b)        An-Nur [24]
c)         Az-Zumar [39]
d)        Muhammad [47]
e)         Al-Fath [48]
f)         Ar-Rahman [55]
g)        Al-Haqqah [69]
h)        Nuh [71]
i)          Al-Qadr [97]
j)          Al-Qari’ah [101]
k)        Al-Kautsar [108]


Q.S. Al-Haqqah [69] dengan lafal :
الْحَاقَّةُ
Artinya: “Hari Kiamat,”

b.      Jumlah fi’liyah, terdiri dari 12 surat, sebagai berikut:

a)         Al-Anfal [08]
b)        An-Nahl [16]
c)         Al-Anbiya [21]
d)        Al-Mu’minun [23]
e)         Al-Qamar [54]
f)         Al-Mujadilah [58]
g)        Al-Ma’arij [70]
h)        Al-Qiyamah [75]
i)          ‘Abasa[80]
j)          Al-Balad [90]
k)        Al-Bayyinah [98]
l)          At-Takatsur [102]


Q.S. Al-Balad [90] dengan lafal :
 لَا أُقْ سِمُ  بِهَٰذَاالْبَلَدِ  
Artinya: “Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekah)”

10.    Pembukaan dengan huruf-huruf hijaiyah atau huruf muqaththa’ah (huruf potong). Terdapat 29 surat yang dimuali dengan huruf hijaiyah tersebut. Sebagian mufassir meneteapkan, setiap huruf dari huruf-huruf itu mengisyaratkan kepada suatu sifat dari sifat-sifat Allah.[4] Ada yang berpendapat bahwa huruf-huruf itu adalah nama bagi Al-Quran, seperti Al-Furqan dan Al-Dzikir. Pendapat lain mengatakan bahwa ia addalah nama bagi surat.[5]
Adapun 29 surat itu terdiri dari lima bentuk, yaitu sebagai berikut.[6]
a.       Surat yang dimulai dengan satu huruf hijaiyah, terdiri dari 3 surat, yaitu:
a)      Shaad [38] : ص
b)      Qaf [50] : ق
c)      Al-Qalam [68] : ن

b.      Surat yang dimulai dengan dua huruf hijaiyah, terdapat 4 rangkaian dan terdapat 9 surat, sebagai berikut:
a)      Rangakaian huruf “Ha” dan “Mim” ( حٰمٓ‌ ), dalam 6 surat, sebagai berikut:
1)      Ghafir [40]
2)      Fussilat [41]
3)      Az-Zukhruf [43]
4)      Ad-Dhukan [44]
5)      Al-Jatsiyah [45]
6)      Al-Ahqaf [46]
b)      Rangkaian huruf “Tha” dan “Ha” ( طٰهٰ ), dalam 1 surat saja, yaitu Surat Thaha [20]
c)      Rangkaian huruf “Tha” dan “Sin” ( طسٓ ), dalam 1 surat saja, yaitu Surat An-Naml [27]
d)     Rangkaian huruf “Ya” dan “Sin” ( يس ), dalam 1 surat saja, yaitu Surat Ya-Sin [36]

c.       Surat yang dimulai dengan tiga huruf hijaiyah, terdapat 3 rangkaian dan 13 surat, sebagai berikut:
a)      Rangkaian huruf “Alif, Lam, Mim” ( الۤمّۤ ), dalam 6 surat, sebagai berikut:
1)      Al-Baqarah [02]
2)      Ali-‘Imran [03]
3)      Al-Ankabut [29]
4)      Ar-Rum [30]
5)      Luqman [31]
6)      As-Sajdah [32]
b)      Rangkaian huruf “Alif, Lam, Ra” ( الٓر‌ ), dalam 5 surat, sebagai berikut :
1)      Yunus [10]
2)      Hud [11]
3)      Yusuf [12]
4)      Ibrahim [14]
5)      Al-Hijr [15]
c)      Rangkaian huruf “Tha, Sin, Mim” ( طٰسۤمّۤ ), dalam 2 surat, sebagai berikut :
1)      Asy-Syu’ara [26]
2)      Al-Qashash [28]



d.      Surat yang dimulai dengan empat huruf hijaiyah, terdapat 2 rangkaian dan 2 surat, sebagai berikut :
a)      Rangkaian huruf “Alif, Lam, Mim, dan Ra” ( الٓـمّٓرٰ ), yaitu surat Ar-Ra’d [13]
b)      Rangkaian huruf “Alif, Lam, Mim, Shad” ( الۤمّۤصۤ ), yaitu surat Al-A’raf [07]

e.       Surat yang dimulai dengan lima huruf hijaiyah, terdapat 2 rangkaian dan 2 surat, sebagai berikut :
a)      Rangkaian yang terdiri dari huruf “Kaf, Ha, Ya, ‘Ain, dan Shad” ( كٓهٰيٰـعٓـصٓ‌ ), yaitu surat Maryam [19]
b)      Rangkaian yang terdiri dari huruf “Ain, Sin, Qaf, Ha, Mim” ( عٓسٓقٓحٰمٓ ), yaitu surat Asy-Syura [42]

Terhadap 29 huruf Fawatih As-Suwar ini, para ulama ahli tafsir berbeda pendapat tentang maknanya.[7]
Pertama, mereka menyerahkan tafsirnya hanya kepada Allah SWT, semata. Dalam hal ini Khulafa’ Rasyidin dan Ibnu Mas’ud berkata yang astinya : “Sesungguhnya huruf-huruf ini adalah ilmu yang tersembunyi dan rahasia yang terdinding, yang hanya Allah saja mengetahuinya.”
Kedua, ada yang berpendapat untuk menunjukkan bahwa Al-Quran tersusun dari huruf hijaiyah yang dikenal bagi bangsa Arab. Kemudian ternyatalah kelemahan mereka untuk menandinginya. Di samping itu juga untuk menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan Al-Quran. Pendapat ini dari az-Zamakhsyary, al-Baidhawy yang dikuatkan oleh Ibnu Taimiyah.
Ketiga, As-Suhaili berpendapat, Fawatih As-Suwar untuk memberi isyarat kepada umur umat Islam, dengan cara membuang huruf yang berulang-ulang.




BAB II

KHAWATIMUHA AS-SUWAR


Istilah “khawatim” adalah bentuk jamak dari “khatimah”, yang berarti penutup atau penghabisan. Menurut bahasa, “khawatim as-suwar” adalah ungkapan yang menjadi penutup dari surat-surat Al-Quran yang memberi isyarat berakhirnya pembicaraan sehingga merangsang untuk mengetahui hal-hal yang dibicarakan sesudahnya.[8]

Khawatimuha As-Suwar dari 114 surat Al-Quran itu ada 18 macam sebagai berikut [9]:
1.        Penutupan dengan doa, terdapat 4 surat yang ditutup dengan doa, yaitu:
a.       Al-Baqarah[02] : 286
b.      Al-Mu’minun [23] : 118
c.       Nuh [71] : 28
d.      Al-Falaq [113] : 2-5

Q.S Al-Mu’minun [23] : 118 dengan lafal :
وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ   
Artinya: “Dan katakanlah, Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik.”

2.        Penutupan dengan wasiat, terdapat 7 surat, yaitu:
a.       Ar-Rum [30] : 60
b.      Ad-Dukhan [44] : 59
c.       Ash-Shaff [61] : 14
d.      Al-A’la [87] : 17-19
e.       Al-Fajr [89] : 28
f.       Adh-Dhuha [93] : 11
g.      Al-Ashr [103] : 3

Q.S. Ad-Dukhan [44] : 59 dengan lafal :
 فَارْتَقِبْ إِنَّهُمْ مُرْتَقِبُونَ
Artinya: “Maka tunggulah, sesungguhnya mereka itu menunggu (pula).”

3.        Penutupan dengan perintah / masalah takwa, dipakai untuk penutup 3 surat, yaitu:
a.       Ali-‘Imran [03] : 200
b.      An-Nahl [16] : 128
c.       Al-Qamar [54] : 54

Q.S. Ali-‘imran [03] : 200 dengan lafal :
 وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْتُفْلِحُونَ
Artinya: “Dan bertakwalah kepada Allah, supaya kalian beruntung.”

4.        Penutupan dengan keterangan soal faraidh (harta pusaka), hanya satu surat, yaitu An-Nisa’ [04] : 176

Q.S. An-Nisa’ [04] : 176 dengan lafal :
        وَإِنْنُواكَاإِخْوَةًرِجَالًا وَنِسَاءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّالْأُنْثَيَيْنِ
 يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ أَنْتَضِلُّوا
 وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Artinya: “Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sebanyak dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hokum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

5.        Penutupan dengan ta’dhim (pengagungan) kepada Allah SWT, terdapat 18 surat sebagai berikut:

a.    Al-Ma’idah [05] :120
b.    Al-Anfal [08] : 75
c.    Al-Anbiya [21] : 112
d.   An-Nur [24] : 64
e.    Al-Luqman [31] : 34
f.     Fathir [35] : 45
g.    Fushshilat [41] : 54
h.    Al-Hujarat [49] : 18
i.      Al-Hadid [57] : 29
j.      Al-Hasyr [59] : 24
k.    Al-Jumu’ah [62] : 11
l.      Al-Munafiqun [63] : 11
m.  At-Taghabun [64] : 18
n.    Ath-Thalaq [65] : 12
o.    Al-Jinn [72] : 28
p.    Al-Muddatstsir [74] : 56
q.    Al-Qiyamah [75] : 40
r.     At-Tin [95] : 8

Q.S. Al-Jumu’ah [62] : 11 dengan lafal :
وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ  
Artinya: “Dan Allah sebaik-baik Pemberi.”

6.        Penutupan dengan janji dan ancaman, dipakai untuk menutup 24 surat, yaitu:
a.       Al-An’am [06] : 165
b.      Al-Furqon [25] : 77
c.       Al-‘Ankabut [29] : 69
d.      Al-Azhab [33] : 73
e.       Ghofir [40] : 85
f.       Al-Ahqaf [46] : 35
g.      Muhammad [47] : 38
h.      Al-Fath [48] : 29
i.        Al-Dzariyat [51] : 60
j.        Al-Mujadilah [58] : 22
k.      Al-Muzzammil [73] : 20
l.        Al-Insan [76] : 31
m.    Al-Muthaffifiin [83] : 36
n.      Al-Insyiqaq [84] : 25
o.      At-Thariq [86] : 17
p.      Al-Qhasyiyah [88] : 25-26
q.      Al-Balad [90] : 20
r.        Al-Syams [91] : 14-15
s.       Al-Bayyinah [98] : 8
t.        Al-Zalzalah [99] : 8
u.      Al-‘Adiyat [100] : 10-11
v.      Al-Humazah [104] : 8-9
w.    Al-Ma’un [107] : 4-8
x.      Al-Lahab [111] : 3-5


Q.S. Al-Ahqaf [46] : 35 dengan lafal :
 فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ  
Artinya: “Maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.”

7.        Penutupan dengan anjuran ibadah dan tasbih, menjadi akhiran 6 surat-surat alquran sebagai berikut:
a.       Al-A’raf [07] : 206
b.      Hud [11] : 123
c.       Al-Hijr [15] : 99
d.      At-Thur [52] : 49
e.       Al-Najm [53] : 62
f.       Al-’Alaq [96] : 19

Q.S. Al-Hijr [15] : 99 dengan lafal :
 وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ  
Artinya: “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).”

8.        Penutupan dengan hiburan bagi Nabi SAW, terdapat 4 surat, yaitu:
a.       Yunus [10] : 109
b.      Al-Zukhruf [43] : 89
c.       Al-Kautsar [108] : 3
d.      Al-Kafirun [109] : 6

Q.S. Al-Kautsar [108] : 3 dengan lafal :
  إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ 
Artinya: “Sesungguhunya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.”
9.        Penutupan dengan sifat-sifat Al-Quran, dipakai sebagai penutup 4 surat, yaitu:
a.       Yusuf [12] : 111
b.      Shad [38] : 87-88
c.       Al-Qalam [68] : 52
d.      Al-Buruj [85] : 21-22

Q.S. Shad [38] :87-88 dengan lafal :
 (87)  إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ
(88)  وَلَتَعْلَمُنَّ بَعْدَ نَبَأَهُحِينٍ  
Artinya: 87. “Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.” 88. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Quran setelah beberapa waktu lagi.”

10.    Penutupan dengan bantahan, hanya terdapat pada satu surat, yaitu Ar-Ra’d [13] : 43

Q.S. A-Ra’d [13] : 43 dengan lafal :
 وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَسْتَ مُرْسَلًاۚ كَفَىٰقُلْ بِاللَّهِ  
 شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَمَنْعِنْدَهُ عِلْمُ الْكِتَابِ 
Artinya: “Berkatalah orang-orang kafir: “Kamu bukan seorang yang dijadikan Rasul”. Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku (dan kamu, dan atara orang) yang mempunyai ilmu al kitab”.”

11.    Penutupan dengan ketauhidan, terdapat di akhir 7 surat sebagai berikut:
a.       Al-Taubah [09] : 129
b.      Ibrahim [14] : 52
c.       Al-Kahfi [18] : 110
d.      Al-Qashash [28] : 88
e.       Al-Lail [92] : 19-21
f.       Al-Insyirah [94] : 7-8
g.      Al-Ikhlas [112] : 3-4

Q.S. Ibrahim [14] : 52 dengan lafal :
هَٰذَا بَلَاغٌ لِلنَّاسِ وَلِيُنْذَرُوا بِهِ وَلِيَعْلَمُوا 
أَنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ وَلِيَذَّكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ 
Artinya: “(Al-Quran) ini adalah penjelasan yang cukup bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan dia, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.”

12.    Penutupan dnegan tahmid/pujian, terdapat 10 surat, yaitu:
a.       Al-Isra’[17] : 111
b.      Al-Naml [27] : 93
c.       Yasin [36] : 82
d.      Al-Shaffat [37] : 182
e.       Al-Zumar [39] : 75
f.       AL-Jatsiyah [45] : 36-37
g.      Al-Rahman [55] : 78
h.      Al-Waqi’ah [56] : 96
i.        Al-Haqqah [69] : 52
j.        Al-Nashr [110] : 3

Q.S. Yasin [36] : 82 dengan lafal :
 إِنَّمَا  أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ  كُنْ فَيَكُونُ  
Artinya: “Sesungguhnya keadaan-Nya, apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata keapdanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.”

13.    Penutupan dengan kisah, ada 4 surat yang ditutup dengan kisah, yaitu:
a.       Maryam [19] : 98
b.      Al-Tahrim [66] : 12
c.       ‘Abasa [80] : 42
d.      Al-Fill [105] : 5

Q.S. ‘Abasa [80] : 42 dengan lafal :
 أُولَٰئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ 
Artinya: “Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.”

14.    Penutupan dengan anjuran jihad, hanya satu surat, yaitu Al-Hajj [22] : 78
Q.S. Al-Hajj [22] : 78 dengan lafal :
 وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۚ
 هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍۚ 
Artinya: “Dan berjihadlah kalian pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kalian dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kalian dalam agama suatu kesempitan.”


15.    Penutupan dengan perincian maksud, terdapat 7 surat, yaitu:
a.       Al-Fatihah [01] : 6-7
b.      Al-Syura [42] : 53
c.       At-Takwir [81] : 27-29
d.      Al-Qadr [97] : 3-5
e.       Al-Qari’ah [101] : 9-11
f.       Al-Quraisy [106] : 3-4
g.      An-Nas [114] : 4-6

Q.S. Al-Quraisy [106] : 3-4 dengan lafal :
 (3)  فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ
(4)  الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ 
Artinya: “Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamnkan mereka dari ketakutan.” 

16.    Penutupan dengan pertanyaan, dipakai dalam 2 surat sebagai berikut:
a.       Al-Mulk [67] : 30
b.      Al-Mursalat [77] : 50

Q.S. Al-Mursalat [77] : 50 dengan lafal :
 فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ
Artinya: “Maka kepada perkataan apakah sesudah Al-Quran ini mereka akan beriman?”



17.    Penutupan dengan keterangan hari kiamat, terdapat 4 surat, yaitu:
a.       Al-Ma’arij [70] : 44
b.      An-Naba’ [78] : 39
c.       Al-Nazi’at [79] : 46
d.      Al-Infithar [82] : 19

Q.S. An-Nazi’at [79] : 46 dengan lafal :
 كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا
Artinya: “Pada hari mereka melihat hari berbagkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau di pagi hari.”

18.    Penutupan dengan peringatan, ada 7 surat yang ditutup dengan peringatan, yaitu:
a.       Thaha [20] : 135
b.      Al-Syu’ara [26] : 227
c.       Al-Sajdah [32] : 30
d.      Saba’ [34] : 54
e.       Qaf [50] : 45
f.       Al-Mumtahanah [60] : 13
g.      Al-Takatsur [102] : 6-8

Q.S. Qaf [50] : 45 dengan lafal :
 فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَنْ يَخَافُ وَعِيدِ
Artinya: “Maka beri peringatanlah dengan Al-Quran orang yang takut kepada ancaman-Ku.”







BAB III

KESIMPULAN


Dari segi makna fawatih al-suwar berarti pembuka-pembuka surah karena posisinya yang mengawali perjalanaan teks-teks setiap surat. Fawatih As-Suwar Al-Quran memiliki banyak keistimewaan dari segi makna dan kebahasaan. Fawatih As-Suwar merupakan salah satu realitas keistimewaan misterius yang terdapat di dalam Al-Quran. Di tiap-tiap kata ada rahasianya, rahasia dalam Al-Quan adalah permulaan-permulaan surat. Pendapat atau penafsiran para mufasir tentang Fawaithus Suwar juga berbeda-beda seperti yg telah dijelaskan pada Pembahasan sebelumnya
Bentuk pembuka dan penutup surat merupakan jenis retorika Al-Quran. Keduanya rerikat satu sama lain. Professor Quraish Shihab adalah salah satu pakar tafsir Al-Quran yang selalu menjelaskan hubungan antara bentuk pembuka dan penutup surat. Di antara penjelasannya, hubungan bentuk pembuka dan penutup Surat Al-Nashr dikemukakan sebagai berikut. “Demikian awal ayat surat ini menjanjikan pertolongan dan kemenangan dari Allah SWT untuk Nabi SAW dalam kehidupan dunia ini, dan akhirnya masih menjanjikan curahan rahmat-Nya saat beliau kembali untuk memenuhinya”[10]