PENDALAMAN
TERAPI SHALAT BAHAGIA
BAHAGIA DUNIA
dan AKHIRAT
Surabaya,
1 Desember 2019
Hari sabtu adalah hari pembinaan bagi mahasiswa Fakultas Dakwah dan
Komunbikasi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Sabtu, 23
November 2019 menjadi hari istimewa bagi mahasiswa Fakultas Dakwah dan
Komunikasi khususnya program studi Ilmu Komunikasi dan program studi lainnya,
seperti program studi Bimbingan Konseling Islam, Komunikasi Penyiaran Islam,
Manajemen Dakwah di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya karena mereka
mengikuti acara perpisahan dan training terapi sholat bahagia.
Acara perpisahan dan training sholat bahagia ini diselenggarakan di
Kun Yaquta Convention Centre, Jalan Siwalankerto Tengah I no. 141 Surabaya.
Acara tersebut berlangsung dari jam 07.00 sampai 12.00 WIB. Acara ini dibuka
dengan membaca Surat Al-Fatihah yang dipimpin oleh Bu Ati’ Nursyafa’ah M.Kom.I selaku
asisten dari trainer yang akan memberikan materi pada hari sabtu pagi ini. Diteruskan
dengan memutar video testimoni dari berbagai pihak yang sudah mengikuti
kegiatan Pendalaman Terapi Shalat Bahagia, mulai dari Kota Surabaya sendiri
hingga ke manca negara seperti Afrika, Colorado, Philipina, Australia,
Bangladesh, dan banyak negara lainnya.
Acara selanjutnya adalah pengenalan profil trainer yang merupakan
salah seorang guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Prof.
Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag. Beliau lahir di Lamongan, 09-06-1957. Memiliki
seorang istri dan dianugerahi 7 anak
serta 3 cucu. Ia merupakan alumni dari Ponpes Ihyaul Ulum Gresik (1975),
merupakan seorang Guru Besar/Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya (sejak
2004), beliau juga Dosen Teladan Nasional (2004 dan 2007), pernah menjadi Dekan
Fakultas Dakwah dan Komunikasi (2000-2004), merupakan seorang Pengurus Pembaca
dan Penghafal Al Qur’an Jatim (1994), beliau pernah menjabat sebagai Ketua
Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia (APDI 2009-2013), menjabat sebagai Ketua
Dewan Pengawas Syariah Bank Jatim (2011-sekarang), Konsultan Pendidikan Yayasan
Khadijah (2011-sekarang), Hakim MTQ Tafsir Bahasa Inggris; Pengurus Lembaga
Pengembangan Tilawah Al Qur’an, Asesor Badan Akreditas Nasional Perguruan
Tinggi, Saksi Ahli Mahkamah Konstitusi tentang UU Penodaan Agama, Penasehat
Forum Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an
Al Khoziny Sidoarjo (1990-2009), Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Kyai
Ibrahim Surabaya, Penasehat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (2002).
Beliau merupakan Pengisi Mimbar Islam
di TVRI Jatim
mengenai Kajian Terapi Shalat Bahagia di RRI Jakarta pro.1
dan 4 (91.2 FM dan 92.8 FM) dan Radio El Victor Surabaya
93.3 FM. Imam shalat
taraweh/penceramah Islam di Hongkong, Macau, Senzhen,
Taiwan (2000-sekarang), Malaysia (2004), Jepang (2006 dan 2013), Iran (2008,
2009,2010), Mauritius-Afrika (2000), Inggris (2005), Belanda (2007), Bangladesh
(2013, 2014, 2015) dan Nepal (2015).
Buku-buku yang beliau tulis: 60 Menit
Terapi Shalat Bahagia (UIN Sunan Ampel Press 2012)
sekaligus sebagai founder dan trainer Pelatihan Terapi Shalat Bahagia
(PTSB), Doa-doa Keluarga Bahagia (Surabaya,
Kun Yaquta Foundation 2014), Bersiul
di Tengah Badai (UIN Sunan Ampel Press 2015), Teknik Khutbah
Jum’at Komunikatif (UIN Sunan Ampel Press 2014), Mengenal
Tuntas Al-Qur’an (MTQ) (Imtiyaz
Surabaya 2011), Ilmu
Dakwah (Prenada Jakarta 2008), Dinamika
Kepemimpinan Tokoh Agama di Indonesia (Harakat Media
Jogjakarta 2008), Hijrah (Harakat Media
Jogjakarta 2008), Solusi Ibadah di Hongkong (Duta
Masyarakat Surabaya 2008), Solusi Ibadah di Taiwan (PCNU
Taipei 2010), (2014); Dalam proses cetak
buku Terapi Shalat Sukses Studi. Pengisi
kajian tafsir Al Qur’an di Majalah Nurul Hayat dan Majalah Sabilillah,
konsultasi keluarga bahagia di Majalah Nurul Falah; rubrik agama di
Harian Duta Masyarakat (2010), Rubrik
Dialog mualaf di Tabloid Nurani (1995).
Acara selanjutnya adalah materi. Di awal materi para peserta mendapat paparan dan pemahaman dasar
tentang sholat yang dikaitkan berbagai aspek kehidupan. Agar peserta bisa
memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, percaya diri, dan optimis akan
penyelesaian semua masalah menuju hidup bahagia. Wajah penuh bahagia adalah
cermin syukur kepada Allah. Hanya pribadi bahagialah yang bisa maksimal
berkreasi, berproduktif, dan membahagiakan orang lain. Tujuan utama shalat
adalah kokohnya mindset T2Q (tawakal, tumakninah, dan qona’ah),
sedangkan kesembuhan, rezeki dan sebagainya hanya bonus semata, sekalipun semua
itu sangat kita butuhkan.
Sebelum kita mengikuti acara tersebut, para
peserta diharuskan untuk menulis beberapa hal berkait dengan 30 nikmat terbesar
yang dirasakan dan 10 masalah yang paling mengganggu/ menyedihkan selama
perjalanan hidup ini. Sama halnya seperti belanja ke pasar, kita selalu
menyiapkan shopping-list (daftar belanja). Maka sebelum shalat, kita
juga sebaiknya menyiapkan Daftar Anugrah (DA), yaitu apa saja nikmat besar
Allah yang telah kita terima, agar pernyataan syukur kita terfokus selama
shalat. Selaras dengan pengandain Prof. Ali “Matahari hanya bisa membakar
kertas yang sinarnya disokuskan”. Dan dengan bantuan Daftar Masalah dan Harapan
(DMH), kita bisa rukuk dan sujud lebih lama dengan penuh penghayatan.
Dalam pendalaman terapi sholat bahagia ini,
dipaparkan beberapa spesifikasi PTSB yaitu, Al-Qur-an dan Hadist, Arabic
Complement (Pelengkap untuk orang yang tidak memahami bahasa Arab), Drive
Spiritual Gravitasi (Arah Spiritual), Positive thinking, dan Self-Confidence. Sebelum
melanjutkan ke acara selanjutnya, para peserta dipersilahkan beristirahat
selama 30 menit. Acara selanjutnya dalam Pendalaman Terapi Shalat Bahagia
para peserta juga diajak aktif untuk mengikuti dan mempraktikkan berbagai macam
gerakan dan ucapan shalat. Seperti dalam tabel berikut :
|
No.
|
Posisi
|
Kata Kunci
|
Renungan / Doa
(Dalam Hti, Tidak Boleh Diucapkan)
|
|
1.
|
Berdiri
|
SUBHAN :
(Syukur, Bimbingan, Ketahanan Iman)
|
1. Syukur: “Wahai Allah, aku bersyukur atas semua nikmat-Mu,”
2. Bimbingan: “Bimbinglah aku dan keluarga agar tetap di jalan yang benar”.
3. Ketahanan Iman: “Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat
dari kesesatan dan murka-Mu”.
|
|
2.
|
Rukuk
|
TURUT :
(Tunduk, Menurut)
|
1. Tunduk: “Wahai Allah, aku tunduk-membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku
bertasbih dan menyerahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua
persoalan kepada-Mu”.
2. Menurut: “Aku menurut kepada semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”.
|
|
3.
|
I’tidal
|
HADIR :
(Hak pujian, Takdir)
|
1. Hak Pujian:”Hanya Engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas
mengharap pujian manusia”.
2. Takdir Allah: “Semua hal terjadi atas takdir-Mu. Aku ridla dan ikhlas menerimanya.
|
|
4.
|
Sujud
|
MASJID :
(Maaf, Sinar, Jiwa dan Raga)
|
1. Maaf: “Maafkan dosa-dosaku, bapak-ibu dan keluargaku”.
2. Sinar: “Sinarilah hati, lidah, mata, dan telingaku agar selalu berbuat yang
Engkau ridlai”.
3. Jiwa dan Raga: “Jiwa dan ragaku dalam kekuasaan-Mu. Aku serahkan hidup-mari,
sehat-sakit, kaya-miskin , dan semua persoalan kepada-Mu”.
|
|
5.
|
Duduk Antara Dua Sujud
|
AKSI :
(Amupunan, Kasih, Sejahtera, Iman)
|
Wahai Allah, berilah aku: “Amupunan, Kasih,
Sejahtera, Iman”.
|
|
6.
|
Tasyahud
|
SOSIAL :
(Sholawat, Persaksian, Tawakal)
|
1. Sholawat: “Sholawat dan salam untuk Nabi SAW.
Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya”.
2. Persaksian: “Aku bersaksi, ‘Tiada Tuhan selain
Engkau, dan Muhammad adalah utusan-Mu’. Jadikan syahadat pegangan dan penutup
hidupku”.
3. Tawakal: “Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit,
kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu”.
|
Selama mengikuti praktik sholat bahagia, para peserta terlihat
sangat khusyuk dan bersungguh-sungguh. Para peserta benar-benar merasakan
manfaat dari melakukan praktik terapi sholat bahagia. Terbukti salah satu
peserta, yang merupakan mahasiswi program studi Komunikasi Penyiaran Islam
mengaku rasa nyeri akibat penyakit migraine yang dirasakannya sedikit berkurang
setelah melakukan salah satu gerakan sholat yaitu ruku’ dalam praktik shalat
bahagia ini. Mahasiswi ini baru pertama kali mengikuti acara pedalaman terapi
shalat bahagia, namun ia sudah dapat merasakan manfaatnya sejak pertama kali
mempraktikannya. Bila ia mempraktikan terapi shalat bahagia ini dalam sholat
lima waktunya, InshaAllah penyakitnya akan membaik dan perlahan akan
sembuh.
Beberapa testimoni lainnya yang sudah mengikuti kegiatan pendalaman
terapi shalat bahagia, seperti Ibu Sri Wahyuni yang mengatakan “6 bulan sakit
duduk dan jalan. Sekarang bisa tahiyat dan berjalan lancar”. Atau dr. Meralda
S.S berkata “Tanganku sembuh dan bisa berbaju sendiri tanpa bantuan orang lain,
setelah lima bulan sakit”. Subhanallah… sama halnya ungkapan yang
diucapkan Prof. Ali, ia berkata “Shalat itu canggih, yang tidak canggih itu
manusianya”. Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa semua masalah yang
menyangkut dunia akan kita dapatkan solusinya dengan shalat dan menyerahkan
semua kepada Allah.
Acara terkahir pendalaman terapi shalat bahagia adalah renungan.
Prof. Ali mengajak kita menutup mata dan merenungkan dalam diri agar kita
selalu mengingat Allah SWT. Dan renungan agar kita selalu mengingat ayah dan
ibu sebagai orangtua yang sudah melahirkan kita dan agar selalu bersyukur akan
segala nikmat yang sudah diberikan Allah kepada kita. Dilanjutkan dengan foto
bersama sebagai tanda berakhirnya acara perpisahan dan training terapi sholat
bahagia.








